Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Desember 2013
5 Tempat Berhantu di Jakarta yang di Jadikan Film
Sobat Unik, setiap tempat atau area yang digunakan oleh manusia, pasti juga digunakan oleh makhluk halus. Ada beberapa makhluk halus yang mengganggu manusia, dan bahkan ada makhluk halus yang memperlihatkan kejadian yang pernah terjadi di tempat tersebut.




ReadFull Article ..
Tempat-tempat angker (urban legend) tersebut ada yang dibuat menjadi film. Berikut kami rangkum 5 tempat berhantu yang dibuat menjadi film, sebagai berikut :
1. Tragedi Bintaro
Tragedi Bintaro merupakan sejarah kelam per-kereta api-an Indonesia, yang merenggut ratusan nyawa para penumpang dan banyak korban luka-luka. Kejadian ini terjadi di lintasan kereta api di daerah Bintaro, Jakarta. Lintasan ini terletak di depan sebuah sekolah dasar dan dekat dengan Balai Rakyat.
Warga sering mendengar bahkan melihat sosok kasat mata di sekitar lintasan tersebut, setelah terjadi tragedi tabrakan kereta api tersebut. Banyak orang ketika malam hari memilih untuk tidak melewati jalan lintasan Bintaro ini.
Kisah tersebut kemudian dibuat dalam film yang diproduksi pada tahun 1989. Film ini dibintangi oleh Roldiah Matulessy, Ferry Octora, dan Lia Chaidir.
2. Rumah Pondok Indah

Rumah di daerah Pondok Indah, Jakarta ini sudah menjadi urban legend di masyarakat. Konon rumah tersebut pernah dihuni oleh keluarga, yang kemudian terjadi perampokan dan seluruh anggota keluarga dan pembantunya dibunuh. Diduga perampokan tersebut bermotif saingan bisnis.
Dikarenakan rumah tersebut dibiarkan kosong selama bertahun-tahun, maka kejadian mistis kerap terjadi disekitar rumah tersebut. Cerita yang beredar ketika seorang pedagang nasi goreng menghilang secara misterius di rumah tersebut. Diduga pedagang nasi goreng tersebut mengantar pesanan ke dalam rumah kosong itu. Pada pagi harinya, warga menemukan gerobak nasi gorengnya ada di depan rumah tersebut.
Kisah ini juga dibuat dalam film yang berjudul Rumah Pondok Indah yang dirilis pada tahun 2006. Film ini dibintangi antara lain oleh Asha Shara, Ricky Harun, Chintami Atmanegara, Amelia, Arswendi N, Titi Qadarsih, Ruhut Sitompul, Arie Timmy, Indah Pelapory, dan Krisno Bossa.
3. Terowongan Casablanca

Terowongan bawah tanah ini menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Rasuna Said di daerah Kuningan, Jakarta. Daerah ini dulunya merupakan komplek pemakaman Menteng Pulo yang kemudian dibuat menjadi jalan Casablanca seperti sekarang.
Konon, karena diduga proses pemindahan nisan dan jasad kurang sempurna, maka sering terjadi penampakan di sepanjang terowongan ini. Kemudian pernah terjadi kasus bunuh diri seorang lelaki setengah baya, dengan cara gantung diri dengan kain spanduk.
Ketika melewati terowongan ini selayaknya setiap orang melewati daerah pemakaman, sehingga para pengendara disarankan untuk mengucap salam, meminta izin untuk melintas jalan tersebut.
Terowongan ini kemudian dibuat menjadi film yang berjudul Terowongan Casablanca yang dirilis pada tahun 2007. Film ini dibintangi antara lain oleh Asya Shara, Ray Sahetapy, dan Titi Qadarsih.
4. Komplek Pemakaman Jeruk Purut

TPU Jeruk Purut di daerah Jakarta ini merupakan komplek pemakaman tua dan sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Urban legend yang beredar di masyarakat yaitu tentang penampakan hantu berwujud pastur tanpa kepala yang selalu menampakkan wujudnya.
Konon menurut cerita warga, bahwa pastur tersebut dibunuh dengan cara dipenggal, namun tidak ada yang mengetahui alasan mengapa dia dihukum dengan cara seperti itu.
Kisah ini kemudian dijadikan sebuah film yang berjudul Hantu Jeruk Purut yang dirilis pada tahun 2006. Film ini dibintangi oleh Angie, Sheila Marcia Joseph, dan Samuel Z. Heckenbucker.
5. Jembatan Ancol

Jembatan Ancol ini berada di sungai Ancol yang pada zaman Belanda disebut Kanaal Antjol. Jembatan ini dikenal angker karena pernah terjadi pemerkosaan, kemudian wanita tersebut dibunuh dan dibuang ke sungai Ancol tersebut.
Kejadian tersebut terjadi ketika sungai Ancol ini masih rawa dan banyak alang-alang. Jembatan ini menghubungkan menuju daerah tambak ikan dan hutan bakau.
Setelah kejadian tersebut, banyak warga yang melihat sosok perempuan cantik yang selalu menampakkan diri di sekitar jembatan Ancol ini. Penduduk setempat biasa memanggilnya “Si Manis Jembatan Ancol”.
Kemudian kisah ini dibuat film yang berjudul Si Manis Jembatan Ancol yang dirilis pada tahun 1993 serta dibintangi oleh Diah Permatasari dan Ozy Syahputra.
Minggu, 15 Desember 2013
Film film Jadul Perjuangan Bangsa Indonesia
Mencintai sejarah Indonesia sama saja belajar sejarah dan belajar cinta tanah air. Yuk kita cek film2 perjuangan kita
Janur Kuning
Janur Kuning. Film produksi tahun 1979 in layak untuk ditonton. Dulu film ini sering di putar di TVRi. Janur Kuning, merupakan film yang menceritakan tentang Kisah peperangan di Yogya yang juga di kenal dengan nama Serangan Umum 1 Maret, dimana terlibat banyak tokoh seperti Soeharto, Jenderal Sudirman dan tokoh-tokoh heroik lainnya seperti Komarudin yang di perankan oleh Amak Baldjun.. Film ini mengetengahkan perjuangan fisik di sekitar penyerbuan lapangan udara Maguwo oleh Belanda, dan perebutan kota Yogya yang di pimpin oleh Letkol Soeharto. Soeharto menjadi tokoh sentral di film ini meski tidak secara utuh.
Bandung Lautan Api
Film tahun 1974. Bandung Lautan Api merupakan salah satu film Perjuangan yang dimiliki oleh insan perfilman Indonesia. Film ini di bintangi oleh Dicky Zulkarnaen dan Christine Hakim. Kisah berlatar belakang peristiwa 24 Maret 1946 di Bandung yang membuat kota ini seperti lautan Api. Adegan peperangan antara Indonesia – Belanda, juga di bumbui dengan konfilk Nani (Christine Hakim) gadis palang Merah yang menaruh hati pada temannya, namun Nani sendiri di taksir oleh komandan Kompi Hidayat (Dicky Zulkarnaen). Sebuah film perang dengan dibumbui cinta dua anak manusia.
Mereka Kembali
Mereka Kembali, Tragedi Siliwangi, merupakan film tahun 1972 yang dibintangi oleh Sandy Suwardi Hassa, Rahayu Effendi dan Rina Hashim. Film karya sutradara Nawi Ismail ini mengisahkan tentang perjalanan panjang atau Long March divisi Siliwangi dari Yogya kembali ke Bandung, Jawa barat saat gagalnya perjanjian Renville 18 Desember 1948. Panglima Sudirman memerintahkan Divisi Siliwangi untuk kembali, perjalanan panjang atau long march ini penuh dengan derita dan hambatan dari belanda maupun menghadapi gerombolan Daarul Islam yang saat itu sedang berkembang.
Pahlawan Goa Selarong

Pahlawan Goa selarong di produksi pada tahun yang sama denga mereka Kembali, yakni tahun 1972 karya sutradara Lilik Sudjio. Kisah berawal dari kecemasan Pangeran Di ponegoro karena tindakan patih danurejo yang mengakibatkan sengsara rakyat karena pajak di naikkan. Diponegoro akhirnya keluar dari keraton untuk bergabung dengan pejuang Sentot Alibasya. Film ini menurut penulis cukup membingungkan dan membosankan.
Surabaya 45
Surabaya 45 merupakan film perlawanan heroik pejuang-pejuang Surabaya ketika Belanda mengibarkan bendera Mereka di hotel Yamato namun pemuda-pemuda Surabaya dapat merobek dan menurunkan bendera Belanda dan digantikan dengan Bendera Merah Putih.
November 1828
November 1828 merupakan salah satu film karya sutradara besar Teguh Karya. Film produksi 1978 ini berlatar kisah peperangan Diponegoro. Ditengah suasana perang Diponegoro Kapiten De Borst (Slamet Rahardjo), seorang indo sangat ingi membuktikan diri sebagai Belanda yang murni. Untuk membuktikannya ia harus berhasil menangkap Sentot Prawirodirdjo otak peperangan Diponegoro. Segala cara ia lakukan termasuk menyandera anak dan istrinya.
Sumber : www.kaskus.us
ReadFull Article ..
Janur Kuning

Bandung Lautan Api

Film tahun 1974. Bandung Lautan Api merupakan salah satu film Perjuangan yang dimiliki oleh insan perfilman Indonesia. Film ini di bintangi oleh Dicky Zulkarnaen dan Christine Hakim. Kisah berlatar belakang peristiwa 24 Maret 1946 di Bandung yang membuat kota ini seperti lautan Api. Adegan peperangan antara Indonesia – Belanda, juga di bumbui dengan konfilk Nani (Christine Hakim) gadis palang Merah yang menaruh hati pada temannya, namun Nani sendiri di taksir oleh komandan Kompi Hidayat (Dicky Zulkarnaen). Sebuah film perang dengan dibumbui cinta dua anak manusia.
Mereka Kembali

Pahlawan Goa Selarong

Pahlawan Goa selarong di produksi pada tahun yang sama denga mereka Kembali, yakni tahun 1972 karya sutradara Lilik Sudjio. Kisah berawal dari kecemasan Pangeran Di ponegoro karena tindakan patih danurejo yang mengakibatkan sengsara rakyat karena pajak di naikkan. Diponegoro akhirnya keluar dari keraton untuk bergabung dengan pejuang Sentot Alibasya. Film ini menurut penulis cukup membingungkan dan membosankan.
Surabaya 45

November 1828

Sumber : www.kaskus.us
Langganan:
Postingan (Atom)