Tampilkan postingan dengan label marah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2013

Cara Aman Ketika Bos Marah



Menjadi ‘anak buah’ saat ketemu manisnya mungkin bisa dalam bentuk adjustmen atau kita diajak makan dan ngopi bareng sama beliau. Namun pahitnya ketika Bos murka seolah mungkin ia akan menelan kita hidup-hidup. Tapi bos seperti ini sudah jarang dan hanya ada dijaman purbakala, tapi siapa tahu bos anda suka marah-marah, berikut tipsnya


Berikut tips aman ketika bos marah- marah:

  • Biarkan bos berkata apapun sampai kita mendapat kesempatan berkata: “Maaf bos.. dan menjelaskan duduk masalah jika ia salah paham.
  • Tetap tenang dan jangan ikutan bicara.
  • Dengarkan dan sesekali lihatlah gerak bibirnya sebagai ‘tanda’ bahwa anda memperhatikan ucapannya.
  • Jika bos tak dapat dikondisikan lagi, katakan ‘Ya’ dan biarkan bos anda pergi tanpa perselisihan lebih lanjut.
  • Jangan terlalu mudah mengikuti ajakan unjuk rasa, apalagi mogok makan, hal ini hanya akan menjadikan anda semakin kurus saja.
  • Adakan perbaikan terhadap apa yg dianggap bos kurang tepat, jadikan ini cambuk untuk makin berprestasi.
  • Jalani garis hidup anda dengan ikhlas untuk mencapai garis hidup yg lebih baik. Segala bentuk keikhlasan walau pahit pasti ada hikmah yang positif.
  • Semoga bermanfaat tips diatas, dan lebih sabar lagi jika anda mempunyai bos yang suka marah.

ReadFull Article ..

Senin, 21 Oktober 2013

Hadits Arbain ke 16 JANGAN MUDAH MARAH

JANGAN MUDAH MARAH

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم : أوصني قال : " لا تغضب " فردد مِرارا , قال : لا تغضب

Terjemahan:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau : “Janganlah engkau mudah marah”.

[Bukhari no. 6116]

Penjelasan:

Pengarang kitab Al Ifshah berkata : “Boleh jadi Nabi mengetahui laki-laki tersebut sering marah, sehingga nasihat ini ditujukan khusus kepadanya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah”. Sabda beliau : “Bukanlah dikatakan orang yang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya di waktu marah”.

Allah juga memuji orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika marah dan suka memberi maaf kepada orang lain. Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda : “Barang siapa menahan marahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segala makhluk, sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya”

Tersebut pada Hadits lain : “Marah itu dari setan”.

Oleh karena itu, orang yang marah menyimpang dari keadaan normal, berkata yang bathil, berbuat yang tercela, menginginkan kedengkian, perseteruan dan perbuatan-perbuatan tercela. Semua itu adalah akibat dari rasa marah. Semoga Allah melindungi kita dari rasa marah. Tersebut pada Hadits Sulaiman bin Shard : “Sesungguhnya mengucapkan ‘a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim’ dapat menghilangkan rasa marah”.

Karena sesungguhnya setanlah yang mendorong marah. Setiap orang yang menginginkan hal-hal yang terpuji, setan selalu membelokkannya dan menjauhkannya dari keridhaan Allah, maka mengucapkan “a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim” merupakan senjata yang paling kuat untuk menolak tipu daya setan ini.
ReadFull Article ..