Tampilkan postingan dengan label pentingnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pentingnya. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Februari 2014
Pentingnya Sayyidul Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, خَلَقْتَنِي, وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اِسْتَطَعْتُ, أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ, أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ, وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي, فَاغْفِرْ لِي; فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
(Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaaha Illa Anta, Kholaqtani wa ana abduKa, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, Audzubika min syarri maa shona’tu, Abu’u laka bi ni’matiKa ‘alaiyya wa abu’u laKa bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta )
”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.Kapan membacanya?
Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)
Kandungan maknanya?
Ini adalah doa agung yang mencakup banyak makna : taubat, merendahkan diri kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dan kembali menghadap kepada-Nya. Nabi Shalallahu ‘alahi wa Sallam menamainya sebagai Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yang demikian itu karena melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan. Dan lebih tinggi dalam hal kedudukan.
Diantara makna sayyid adalah orang yang melebihi kaumnya dalam hal kebaikan dan yang berkedudukan tinggi dikalangan mereka.
Keutamaan doa ini dibanding bentuk istighfar yang lain adalah :
- Nabi Shallalahu ‘alahi wasallam mengawalinya dengan pujian kepada Allah dan pengakuan bahwa dirinya adalah hamba Allah sebagai makhluk ciptaan-Nya (penetapan Tauhid Ar Rububiyyah), Dan bahwa Allah adalah Al Ma’buud (sesembahan) yang haq dan tidak ada sesembahan yang haq selainNya. Maka Dia adalah satu-satunya yang berhak diibadahi dan ini merupakan realisasi Tauhid Al Uluhiyyah.
- Pernyataannya bahwa ia senantiasa tegak diatas janji dan kokoh diatas ikatan berupa iman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, seluruh nabi dan rasul-Nya. Menjalankan segenap ketaatan kepada Allah dan perintah-Nya. Ia akan menjalaninya sesuai kemampuan dan kesanggupannya.
- Kemudian dia berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’alaa dari seluruh kejelekan apa yang telah dia perbuat, baik sikap kurang dalam menjalani apa yang Allah wajibkan baginya yaitu mensyukuri nikmat-Nya ataupun berupa perbuatan dosa. Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menisbatkan keburukan kepada diri beliau sendiri, bukan kepada Allah Ta’alaa dan ini merupakan bentuk cara beradab kepada Allah, meskipun kita yakin bahwa segala sesuatu baik yang baik maupun yang buruk semuanya berasal dari Allah dan karena takdirNya.
- Kemudian ia mengakui akan nikmat Allah yang terus datang beruntun dan anugerah-Nya serta pemberian -Nya yang tiada pernah berhenti.
- Dan dia mengakui atas dosa-dosanya, sehingga iapun lantas memohon ampunan kepada Allah Suhhanahu wa Ta’ala dari itu semua dengan segenap pengakuannya bahwa tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa kecuali Allah Suhhanahu wa Ta’ala.
Ini adalah paling sempurna apa yang ada pada sebuah doa. Kerana itu ia menjadi seagung-agungnya bentuk istighfar dan yang paling utama dan paling luas kandungan maknanya yang mesti akan mendatangkan ampunan bagi dosa-dosa.
Hanyalah yang mengucapkan doa ini dan menjaganya yang akan memperoleh janji yang mulia dan pahala serta ganjaran besar ini, karena ia telah membuka harinya dan menutupnya dengan penetapan Tauhidullah baik Rububiyyah-Nya dan Ululhiyyah-Nya. Dan pengakuan dirinya sebagai hamba yang siap menghamba dan persaksiannya terhadap anugerah dan nikmat Allah. Pengakuannya dan kesadarannya akan kekurangan-kekurangan dirinya dan permohonan maaf dan ampunan dari Dzat yang Maha Pengampun, diiringi dengan rasa tunduk dan rendah dihadapan-Nya untuk senantiasa patuh dan taat kepada-Nya. Ini semua merupakan cakupan makna yang utama dan sifat yang mulia yang ia buka dan tutup lembaran siangnya. Yang pantas bagi orang yang mengucapkan dan menjaganya mendapat maaf dan ampunan, terbebas dari neraka dan masuk syurga. (sumber : www.voa-islam.com)
Minggu, 01 Desember 2013
Pentingnya Visi Dalam Wawancara Kerja
.jpg)
Berdasarkan pengalaman di lapangan ketika mewawacarai pelamar kerja, beberapa kali muncul pemikiran “Ah kayanya orang ini nggak deh”. Biasanya pemikiran tersebut muncul dari kesan pertama yang ditampilkan oleh si pelamar. Nah, satu pertanyaan yang pasti muncul (untuk mengurangi bias penilaian) dalam setiap wawancara adalah tentang visi, mimpi, dan harapan si pelamar kerja untuk dua hingga tiga tahun ke depan.
Mengapa hal tersebut wajib ditanyakan? Visi adalah hal vital yang bisa mendorong seseorang untuk berbuat lebih baik di setiap kesempatan. Jika seseorang punya visi hidup yang jelas, ditambah dengan tahapan-tahapan yang konkrit, maka orang tersebut sudah tahu apa yang harus ia lakukan dalam setiap detik hidupnya.
Tapi seringkali mendapatkan jawaban seperti ini: ”Tiga tahun lagi, saya ingin jadi orang sukses dan bahagia” atau “Saya ingin membahagiakan kedua orang tua”. Pada dasarnya, jawaban-jawaban seperti itu tidak salah. Tapi jawaban-jawaban itu terlalu umum dan terlalu besar. Setiap orang pasti ingin sukses. Tapi bagaimana caranya?
Nah, ketika melakukan probing untuk mengetahui apa saja tahap-tahap kecil untuk mencapai tujuan besar tadi, biasanya pelamar akan kebingungan dan terdiam sejenak. Sebenarnya mimpi dan visi besar di masa depan sangat penting bagi setiap manusia yang sehat secara psikologis. Namun tangga-tangga kecil juga harus dibangun untuk mencapai visi besar tadi. Pertanyaan ini biasanya juga menjadi landasan dalam menilai alur berpikir seorang pelamar kerja.
Kemampuan seorang pelamar kerja dalam menurunkan visi besarnya menjadi tahap-tahap kecil bisa menjadi satu nilai tambah. Hakikat bekerja adalah aktualisasi diri. Imbalan berupa materi sebenarnya adalah efek dari aktualisasi diri. Jadi, tahapan-tahapan yang konkrit untuk mencapai visi adalah refleksi dari keinginan aktualisasi diri.
Semoga Bermanfaat.
Label:
dalam,
kerja,
pentingnya,
visi,
wawancara
Langganan:
Postingan (Atom)