Tampilkan postingan dengan label tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahun. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Desember 2013
Inilah Obat Kanker Paling Ampuh yang Ditutupi Selama Bertahun tahun
Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa?
Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa?
Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya Sepuluh Ribu Kali Lipat lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.

Tapi kenapa kita tidak tahu ?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat-rapatnya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia.
Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-sia, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon graviola ini.
Pohonnya rendah, di brazil dinamai "Graviola", di Spanyol "Guanabana" bahasa inggrisnya "soursop". Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis-manis kecut / asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor / kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit / cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang-orang Amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini.
Fakta yang mencengangkan adalah jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh "pohon ajaib", yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa-masa yang akan datang.
Riset membuktikan "pohon ajaib" dan buahnya ini bisa :
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola ditest di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.
Hasil test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :
Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon "ajaib" ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa mengenai hal ini?
Jawabnya adalah begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh di hutan Amazon ini.
Ternyata beberapa bagian dari pohon ini seperti Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik.
Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.
Tapi, kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?
Dibawah undang-undang federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.
Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa / cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.
Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar berangsur-angsur memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasil riset ini.
Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.
Ketika para pakar riset dari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.
Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.
Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh / terganggu
Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif seperti rasa mual dan rambut rontok.
Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan paru-paru.
Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga-lembaga tersebut di atas.
Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang-orang pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika. Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.
Untuk pencegahan :
Disarankan makan atau minum jus buah sirsak.
Untuk penyembuhan :
Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat. Daun sirsak ini sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel-sel yang normal.
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis-manis kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.
Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat di jumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mothers Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute.
Sumber :
surping.blogspot.com
Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya Sepuluh Ribu Kali Lipat lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.
Buah Sirsak

Tapi kenapa kita tidak tahu ?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat-rapatnya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia.
Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-sia, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon graviola ini.
Pohonnya rendah, di brazil dinamai "Graviola", di Spanyol "Guanabana" bahasa inggrisnya "soursop". Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis-manis kecut / asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor / kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit / cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang-orang Amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini.
Fakta yang mencengangkan adalah jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh "pohon ajaib", yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa-masa yang akan datang.
Riset membuktikan "pohon ajaib" dan buahnya ini bisa :
- Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
- Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
- Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
- Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola ditest di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.
Hasil test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :
- Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payudara, Prostat, Paru-paru, dan Pankreas.
- Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
- Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan / membunuh sel-sel sehat.
Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon "ajaib" ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa mengenai hal ini?
Jawabnya adalah begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh di hutan Amazon ini.
Ternyata beberapa bagian dari pohon ini seperti Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik.
Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.
Tapi, kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?
Dibawah undang-undang federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.
Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa / cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.
Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar berangsur-angsur memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasil riset ini.
Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.
Ketika para pakar riset dari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.
Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.
Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh / terganggu
Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif seperti rasa mual dan rambut rontok.
Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan paru-paru.
Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga-lembaga tersebut di atas.
Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang-orang pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika. Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.
Untuk pencegahan :
Disarankan makan atau minum jus buah sirsak.
Untuk penyembuhan :
- 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja.
- Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
- Setelah minum, pada beberapa orang efeknya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.
Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat. Daun sirsak ini sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel-sel yang normal.
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis-manis kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.
Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat di jumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mothers Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute.
Sumber :
surping.blogspot.com
Senin, 11 November 2013
8 Kasus Kanibalisme Mengerikan di Tahun 2012

8 Kasus Kanibalisme Mengerikan di Tahun 2012 - Kasus kanibalisme pada manusia identik dengan suku pedalaman yang primitif. Sulit membayangkan kanibalisme di dunia yang sudah cukup beradab dan modern ini, kecuali dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kelainan jiwa. Berikut ini beberapa kasus kanibalisme yang terjadi di tahun 2012 seperti dikutip dari berbagai sumber.
1. Kapsul Serbuk Daging Bayi

2. Pria yang Memakan Secuil Pipi Tetangganya

Carl Jacquneaux (43), pria di Louisiana, Amerika Serikat (AS) ini menyerang tetangganya sendiri, Todd Credeur di Lafayette Parish. Todd saat itu sedang berkebun saat tiba-tiba Carl muncul dan menyerangnya.
Carl tiba-tiba mengigit dan mengunyah pipi kiri bagian atas Todd. Todd segera membela diri dengan menyemprotkan racun serangga.
"Saat penyerangan, tersangka menggigit secuil wajah korban," kata Wakil Kepala Kepolisian Lafayette Kert Thomas.
Setelah diselidiki, ternyata saat itu Carl sedang berada di bawah pengaruh narkoba bath salt yang bisa menyebabkan halusinasi.
3. Pembunuh Berantai di China Jual Daging Manusia ke Pasar

Pada bulan Mei 2012 terkuak Zhang Yongming (56) telah membunuh 11 orang. Zhang menyerangnya saat orang-orang itu sedang berjalan sendirian di dekat rumahnya.
Setelah dibunuh, orang-orang itu dimutilasi, kemudian dimakannya sendiri. Beberapa bagian daging korban diberikan kepada 3 anjing dan sebagian lagi dijual ke pasar. Zhang mengatakan bahwa daging itu adalah daging burung unta.
"Banyak bukti fisik dan perbandingan DNA menunjukkan Zhang Yongming dari Desa Nanmen, Jinning membunuh 11 pria. Setelah membunuh, Zhang memutilasinya, membakar dan menguburkan untuk menghilangkan barang bukti," kata salah satu pejabat Kementerian Keamanan Publik China seperti dilansir dari Xinhua.
Saat penggerebekan di rumahnya, polisi menemukan bukti fisik seperti mata manusia yang diawetkan dalam botol wine, serta potongan daging manusia yang digantung hingga kering.
4. Pria Pemakan Otak & Hati Teman Sekamarnya

Alex Kinyua (21), mahasiswa di Morgan State University, Maryland, yang berasal dari Kenya membunuh teman sekamarnya Kujoe Bonsafo Agyei-Kodie (37). Alex kemudian memutilasi Kujoe dan memakan organ-organnya.
Kujoe, pria asal Ghana ini memang tinggal bersama dengan keluarga Alex selama 6 pekan sebelum dilaporkan hilang pada 25 Mei 2012. Tubuhnya ditemukan 4 hari kemudian di lokasi yang berjarak 15 mil dari kampus, demikian seperti dilansir dari Daily Mail, 10 Juni 2012 lalu.
Sebulan kemudian dia menyerang teman sekamarnya, Joshua Caesar dengan pemukul baseball yang dibungkus rantai kawat berduri. Teman Joshua menyaksikan bahwa Alex bersiap menikamkan pisaunya saat posisi Joshua di bawahnya.
Semua pengakuan Alex ini disampaikan pada penyidik di Harford County Sheriff. Alex kemudian dituntut di pengadilan dengan dakwaan pembunuhan dan penyerangan.
5. Pria yang Menjual Paket Dinner Alat Kelaminnya

Mao Sugiyama, seorang warga Tokyo Jepang, mendeskripsikan dirinya tidak berkelamin. Untuk itu kemudian dia memutuskan menghilangkan, maaf, alat kelaminnya dengan operasi.
Gilanya, Mao yang seorang koki, tidak mau alat kelaminnya itu terbuang sia-sia. Melalui media sosial Twitter, dia menjual alat kelaminnya dalam paket makan malam.
"Tolong retweet, saya menawarkan alat kelamin pria (penis utuh, testis dan skrotum) sebagai makan malam dengan 100.000 Yen. Akan disiapkan dan dimasak sesuai dengan permintaan pembeli sesuai dengan lokasi yang dipilih para pembeli," demikian tulis Mao di akun twitternya pada 8 April 2012, seperti dilansir dari Huffington Post, 24 Mei 2012 lalu.
Akhirnya ada 6 orang yang menyambut tawaran itu, namun saat hari H, hanya 5 orang yang hadir. Sugiyama menyajikan alat kelaminnya dalam acara perjamuan makan malam yang mewah pada 13 April 2012. Bagian-bagian alat kelamin itu dipisah dalam 5 piring, yang sepiringnya dihargai Rp 2,5 juta.
Alat kelamin yang telah dimasak itu diberi hiasan jamur kancing dan daun parsley. Aksi Mao ini menjadi perbincangan ramai di Jepang. Banyak yang mengecam, ada pula yang mendukung dengan alasan tidak ada hukum yang mengatur kanibalisme di negara itu.
6. Profesor Iran Memotong dan Memakan Bibir Istrinya

Profesor asal Iran yang sedang melakukan penelitian Post-Doctoral di institut medis terkemuka di Swedia, Karolinska memotong bibir istrinya dan memakannya. Demikian dilansir Daily Mail, 31 Mei 2012 lalu.
Menurut media Swedia, Aftonbladet, sang profesor marah karena cemburu, mencurigai istrinya yang berusia jauh di bawahnya telah melakukan selingkuh.
7. Bintang Porno yang Memakan Tubuh Pacarnya

Luka Rocco Magnotta (29), warga Montreal, Kanada, bekerja sebagai model dan bintang film porno berbiaya murah. Luka membunuh pacar prianya, Jun Lin (33), asal China dengan pemecah es dan menggorok Jun Lin.
Luka kemudian memutilasi Jun, memenggalnya dan memakan sedikit dagingnya. Daging Jun juga diberikan Luka pada anjingnya. Luka bahkan bermasturbasi dengan tubuh Jun yang sudah tidak berkaki.
Luka merekam semua aksinya ini, dan menguploadnya ke situs tentang kanibalisme. Kantor partai politik pun dikirimi bagian tubuh Jun yang kemudian membuat polisi memburunya. Luka kemudian kabur ke Paris, kemudian ke Berlin di mana akhirnya dia ditangkap, demikian seperti dilansir Daily Beast, 4 Juni 2012.
Saat dalam pelarian, Luka melakukan pencarian di Google atas dirinya sendiri dan mengagumi foto atas hasil kriminalnya itu di kafe, tak lama kemudian polisi menangkapnya.
8. Pria Amerika Serikat Kunyah Wajah Gelandangan

Ronald Poppo, seorang gelandangan pria tua ini menjadi korban kanibalisme dari seorang pria bernama Rudy Eugene. Saat kejadian, polisi memergoki Eugene yang telanjang bulat, sedang mengunyah bagian wajah seorang pria yang terbaring di sebelahnya, seperti diberitakan AFP pada 13 Juni 2012 lalu.
Eugene melakukan aksi mengerikan itu selama 18 menit sebelum akhirnya seorang polisi datang ke lokasi dan berusaha menghentikan aksi Eugene. Polisi tersebut kemudian menodongkan senjatanya ke arah Eugene untuk memberikan peringatan kepadanya agar menjauh dari korban. Namun peringatan polisi tak digubris Eugene, yang menurut seorang saksi mata, sedang berdiri sembari mengunyah potongan daging di mulutnya.
Untuk menghentikan aksi Eugene, sang polisi terpaksa melepaskan tembakan beberapa kali. Tembakan tersebut menewaskan Eugene di lokasi kejadian.
Serangan pria kanibal pada 26 Mei lalu membuat Poppo kehilangan hidungnya. Sedangkan kedua matanya tertutup, di mana mata sebelah kiri tertutup oleh perban dan mata sebalah kanan tertutup oleh lapisan kulit yang nampaknya sengaja diimplan saat operasi.
Sejak 26 Mei lalu, Poppo yang dinyatakan kritis, menjalani perawatan di Jackson Memorial Hospital, Miami, atas luka parah yang dideritanya. Ronald Poppo (65) yang kini buta sebelah, mengaku tak habis pikir mengapa dirinya bisa menjadi korban kanibalisme.
"Dia menyobek wajah saya. Dia mengunyah wajah saya. Dia bahkan menarik mata saya... Dan hanya itu yang bisa saya sampaikan," ujar Poppo dalam wawancaranya dengan polisi yang ditayangkan CBS Miami.
Label:
2012,
8,
di,
kanibalisme,
kasus,
mengerikan,
tahun
Langganan:
Postingan (Atom)