Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 April 2014
Kedamaian Hati Adalah Kedamaian Sejati
Kedamaian Hati Adalah Kedamaian Sejati - Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenagkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.


Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung-gunung yang tenang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang mandang lukisan ini akan berpendapat,
inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.
Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi,ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya
dengan damai. Benar-benar damai.
Lukisan manakah yang memenangkan lomba?
Sang Raja memilih lukisan nomor dua.
Tahukah Anda mengapa? karena jawab sang Raja, "Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa."
"Kedamaian hati adalah kedamaian sejati."
sumber: http://yafi20.blogspot.com/2011/12/kedamaian-hati-adalah-kedamaian-sejati.html
Rabu, 18 Desember 2013
Ketika Hati Dikalahkan Teknologi
Di era teknologi sudah berkembang pesat seperti saat ini, apakah peran hati sudah dikalahkan oleh teknologi? Kemajuan teknologi saat ini seakan berpacu dengan waktu. Kecepatan perkembangan dan perubahannya dari waktu ke waktu menunjukkan perubahan yang cukup signifikan bagi kehidupan manusia.
Selengkapnya »
ReadFull Article ..
Selengkapnya »Minggu, 10 November 2013
Dialog Imajinatif Mata dan Hati
berdasarkan uraian Syaikhuna Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam terjemahan buku Taman orang-orang yang jatuh cinta dan memendam rindu(TOJCMR), terbitan darul Falah, hal 84 – 89.
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
“Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Yang pertama memiliki kenikmatan pandangan, dan yang kedua memiliki kenikmatan pencapaian. Dalam dunia nafsu, keduanya merupakan sekutu yang mesra, dan jika terpuruk kedalam kesulitan serta keduanya bersekutu dalam cobaan, maka masing-masing akan mencela dan mencaci yang lain” Syaikh Ibnul Qayyim Al Jauziyah.(TOJCMR:84)
Kami ingin memulainya dengan sebuah hadits, “Dari Jarir bin Abdullah Radhiyallahu’anhum berkata “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan yang tidak sengaja. Lalu beliau memerintahkan agar aku mengalihkan pandangan ku” (HR Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzy) sebagai jawaban kepada SPPI dan kepada siapa saja yang masih menduga adanya pacaran ala Imam Ibnul Qayyim (na’udzubillah), atau adanya pandangan yang halal pada mereka yang jatuh cinta sebelum menikah apalagi yang berpacaran. Jika bagi mereka yang tidak berpacaran saja pandangan seperti ini(yang tidak sengaja) dialihkan oleh Rasullah SAW, apalagi bagi mereka yang pacaran, jelas pandangan yang terjadi adalah pandangan yang disengaja dan berulang-ulang, sehingga tidak diragukan lagi keharamannya bagi mereka yang berfikir.
Indera kita yang banyak ragamnya ini, diyaumil akhir nanti, selain mulut, semua akan bersaksi tentang segala perkara yang baik dan buruk, yang ditampakkan dan yang disembunyikan sehingga semua amaliyah, termasuk tipu daya dan “penyamaran” kita akan terbuka dengan gamblangnya tanpa pernah kita mampu untuk memberikan pembenaran lagi. Pandangan akan berkata dengan jujur, hati akan berkata dengan jujur, tangan akan berkata dengan jujur, kaki akan berkata dengan jujur, semua amanah tubuh itu akan bertasbih memuji kebesaran Allah SWT dan menetapkan apakah si fulan/ah itu amanah terhadap apa yang telah dititipkan oleh Allah SWT untuknya.
Berbicara perkara pandangan, biasanya orang akan benar-benar yakin terhadap sesuatu kalau dia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Itu artinya bukan mata kepala orang lain, atau mata sendiri kepala orang lain, atau mata orang lain dikepala sendiri..(halah kok makin ngaco..hehe). Seperti kata Imam Ibnul Qayyim diatas, mata laksana penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Hati adalah panglima, sedangkan mata dan lainnya adalah pesuruh. Berikut dialog imajinatif antara mata dengan hati..semoga menjadi perenungan bersama, dan menyikapinya dengan sikap-sikap yang terbaik.
Situasi:..ada sekumpulan ikhwan akhwat yang mengadakan acara baksos. Interaksi diantaranya pun tidak mungkin dihindari, meski ada jarak diantara mereka. Aturan syariat tentang hijab secara luas, menahan pandangan, khalwat, dll telah diketahui dan sedang serta terus-menerus dipraktekkan. Tetapi apalah daya..ikhwan akhwat juga manusia, punya hati punya rasa, jangan samakan dengan..(stop…lho..kok malah bersenandung..:p).
Tibalah pada suatu ketika..ketika acara baksos tersebut sedang sibuk-sibuknya, ada seorang ikhwan yang
tidak sengaja melepaskan pandangannya kepada seorang akhwat menarik yang sedang sibuk membagi-bagikan sembako…..
“wuuuutttttt……syeeepp”
mata ikhwan sedang menatap akhwat tersebut. Bukan tatapan yang disengaja, tidak juga tatapan untuk waktu yang lama. Tetapi pandangan itu sejatinya dilepaskan untuk hati mereka yang memandang itu sendiri. Ketika dialihkan, maka anak panah itu akan tercabut dari hati orang yang memandangnya.
kemudian hatinya pun mulai berkomentar: “adaoww…apaan tadi ya?…sakit tapi menyenangkan…tadi akhwat yang mana ya…? mata…lihat lagi donk…ayo lihat lagi.. ?
mata : “udah donk..kan Allah SWT memerintahkan aku untuk menundukkan pandangan…”
hati : “emangnya kenapa…kan kalau kenapa-kenapa, tunduk lagi aja..gampang kan..gitu aja kok repot” hati mencari pembenaran.
mata : “ngga deh..nanti pemilikku(sang ikhwan) jadi ngga konsen sama baksosnya..”
hati : “wah..kuno kamu…pemilik kamu kan dah tahu batasan2nya..udah lihat lagi aja..dijamin gapapa deh..?”
mata : “mmm…ok deh, bentar aja ya”..mata si ikhwan pun memandang untuk kedua kalinya, seketika sang hati merasa ada perasaan senang yang lebih dari sebelumnya. Tapi tidak berapa lama, kesenangan hati pun sirna seiring dengan pandangan sang mata yang dialihkan.
hati : “ahhh..kamu gimana sih mata…bentar banget..aku kan belum puas.. lihat lagi donk” hati memaksa.
mata : “jangan deh hati..nanti kamu, aku dan pemilik kita bakalan ngga konsen sama baksosnya…baksos ini kan juga dalam rangka ibadah kepada Allah SWT..”
hati : “yee..kamu teh kumaha sih mata..ini juga kan dalam rangka menjemput masa depan atuh(akal-akalan si hati)..bayangkan kalo pemilik kita menikah sama akhwat itu..kan berkat kamu juga..”
mata : “ya..tapi kan bukannya dicari tahu dulu kesiapan pemilik kita ini..baru deh aku melihat-lihat..bukannya apa-apa hati, takutnya.. kalo sebenarnya pemilik kita ini belum siap..justru malah akan merusak amaliyahnya kepada Allah, jadi ngga ikhlas gitu”
hati : “udah deh..ikhlash ga ikhlas itu urusanku..itu tanggunganku..kamu teh cuma lihat sajah..udah selebihnya aku yang tanggung…ayo..kuperintahkan kau, mata, untuk melihat..”
mata : “baiklah..kalau itu maumu” dengan terpaksa mata mengiyakan.
Satu panah beracun menancap dihati, kemudian ada panah kedua, ketiga, dan akhirnya ada kesekian panah yang menancap dihati. Memandang lebih dari apa yang bisa dipandang(berkhayal), hingga acara baksos itu selesai, si ikhwan pun pulang dengan “luka” rindu dihati. Panah-panah itu meninggalkan “fatamorgana” sosok si akhwat, semakin si pemiliknya berusaha untuk mengingat-ingat si akhwat, semakin panah-panah itu menusuk ke dalam hati. Esoknya, adalah hari-hari yang disikapi untuk memenuhi tuntutan(dosa kecil memandang, berbicara, dsbnya) hati terhadap hal itu.
Tetapi..Alhamdulillah, usaha untuk terus menjaga mata, dan menata hati sesuai tuntunan Allah SWT, tidaklah begitu saja terlenakan oleh racun dari panah-panah iblis(pandangan kepada wanita non muhrim) tadi. Dimalam berikutnya..Si ikhwan pun bermaksud mengadu kepada Allah SWT tentang perihal ini. Dalam munajatnya kepada Allah SWT, si ikhwan mulai merenungi apa yang sebenarnya terjadi, Si ikhwan menghendaki adanya klarifikasi..si ikhwan ingin agar mata dan hati yang diamanahkan Allah SWT untuknya itu memberikan argumentasi yang benar, bukan untuk membenarkan.
Nurani ikhwan berkata “Silahkan untuk mata dan hati..siapa diantara kalian yang ingin memberikan argumentasi mengenai perkara ini..”
hati berkata : sambil menunjuk kepada mata “kaulah yang telah menyeretku kepada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan, karena aku mengikutimu beberapa saat saja. kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari kesembuhan dari kebun yang tidak halal bagimu, kau salahi firman Allah “Hendaklah mereka menahan pandangannya..”, kau salahi sabda Rasulullah SAW “memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah azza wajalla, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya, yang akan didapatinya didalam kelezatan hatinya (HR Ahmad)”
Lalu..adakah orang yang lebih tercela daripada orang yang terkena panah beracun? apakah engkau tidak tahu bahwa tidak ada yang lebih berbahaya bagi manusia selain dari mata dan lidah? tidak ada kerusakan yang lebih banyak daripada kerusakan yang diakibatkan mata dan lidah. Berapa banyak kebinasaan yang disebabkan mata dan lidah? berapa banyak sumber kehinaan yang muncul karena mata dan lidah? barangsiapa ingin hidup bahagia dan terpuji, maka hendaklah dia menahan ujung padangan mata dan lidahnya, agar dia selamat dari bahaya, karena mata menyimpan kelebihan pandangan dan lidah menyimpan kelebihan bicara”(TOJCMR : 84-85)
Tidak terima argumentasi sang hati, matapun menjawab..
mata berkata : “Kau zalimi aku sejak awal hingga akhir. Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin. padahal aku hanyalah utusanmu yang selalu taat dan penuntun yang menunjukkan jalan kepadamu. Engkau adalah raja yang ditaati, sedangkan kami hanyalah rakyat dan pengikut. Untuk memenuhi kebutuhanmu, kau naikkan aku ke atas kuda yang binal, disertai ancaman dan peringatan. jika kau suruh aku ke atas untuk menutup pintuku dan menjulurkan hijabku, dengan senang hati akan kuturuti perintah itu. Jika engkau memaksakan diri untuk mengembala dikebun yang dipagari dan engkau mengirimku untuk berburu ditempat yang dipasangi jebakan, tentu engkau akan menjadi tawanan yang sebelumnya engkau adalah seorang pemimpin, engkau menjadi budak yang sebelumnya engkau adalah tuan. Yang demikian ini karena pemimpin manusia dan hakim yang paling adil, Rasulullah SAW telah membuat keputusan bagiku dan dirimu, dengan bersabda..
“Sesungguhnya didalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula, dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah..segumpal darah itu adalah hati” (HR Bukhari, Muslim, dan lainnya)
wahai hati..jika engkau dianugrahi pandangan, tentu engkau tahu bahwa rusaknya para pengikutmu adalah karena kerusakan yang ada pada dirimu, dan kebaikan mereka adalah kebaikanmu. Lalu..engkau lemparkan kesalahanmu kepadaku, mata yang tak berdaya, padahal sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta kepada Allah azza wajalla, tidak menyukai dzikir kepada Nya, tidak menyukai firman, asma, dan sifat-sifatNya. Engkau beralih kepada yang lain dan berpaling dariNya. Engkau berganti mencintai selainNya, padahal engkau telah mendengar kisah pengingkaran Allah terhadap Bani Israil, karena mereka mengganti makanan yang ada dengan makanan yang lain yang justru lebih hina. Maka Allah mencela mereka
“Maukah kalian mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?”(Al Baqarah: 61)
bagaimana keadaan pengganti cinta kepada Pencipta, Pelindung dan yang menangani urusannya, yang tidak memiliki keberuntungan, kenikmatan dan kesenangan? Bandingkanlah Allah dengan sesuatu yang engkau jadikan penggantiNya dan pengganti cinta kepadaNya. Apakah engkau ridho berada dijamban, sementara orang-orang yang mencintai Allah berkeliling di Arsy? Jika engkau menghadapkan diri kepada Allah dan berpaling dari selainNya, tentu engkau akan melihat berbagai macam keajaiban, engkau aman dari bencana dan kerusakan. Tentunya engkau sudah tahu bahwa Dia mengkhususkan keberuntungan dan kenikmatan kepada orang yang mendatangiNya dengan hati yang bersih, atau bersih dari kemusyrikan, yang didalmnya tidak ada cinta kepada selainNya dan hanya mengikuti ridhoNya.
Antara dosaku dan dosamu ditengah manusia seperti antara kebutaanku dan kebutaanmu dalam membuat analogi, sebagaimana firman Allah SWT “Sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang didalam dada” (Al Hajj :46)
itulah argumentasiku”(TOJCMR:86-87) kata mata mengakhiri, yang bersamaan dengan jatuhnya bulir-bulir mutiara melalui dirinya.
Hati, mata, nurani si ikhwan, bersatu dalam lafazh “Astaghfirullaa hal Adzhim…Astaghfirullaa hal Adzhim..laa ila ha illa anta, subhanaka, inni kuntu minadzh dzholimin..Astaghfirullaa hal Adzhim”, memohon ampunan Allah SWT, memohon agar diri yang lemah ini dimudahkan untuk melihat yang benar itu benar dan begitu juga sebaliknya, serta dikuatkan untuk selalu mensucikan diri dan menghindari segala dosa, meski itu hanya dosa kecil, Amin.
wallahu’alam
wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber : http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2008/08/10/dialog-imajinatif-antara-hati-dan-mata/
ReadFull Article ..
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
“Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Yang pertama memiliki kenikmatan pandangan, dan yang kedua memiliki kenikmatan pencapaian. Dalam dunia nafsu, keduanya merupakan sekutu yang mesra, dan jika terpuruk kedalam kesulitan serta keduanya bersekutu dalam cobaan, maka masing-masing akan mencela dan mencaci yang lain” Syaikh Ibnul Qayyim Al Jauziyah.(TOJCMR:84)
Kami ingin memulainya dengan sebuah hadits, “Dari Jarir bin Abdullah Radhiyallahu’anhum berkata “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan yang tidak sengaja. Lalu beliau memerintahkan agar aku mengalihkan pandangan ku” (HR Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzy) sebagai jawaban kepada SPPI dan kepada siapa saja yang masih menduga adanya pacaran ala Imam Ibnul Qayyim (na’udzubillah), atau adanya pandangan yang halal pada mereka yang jatuh cinta sebelum menikah apalagi yang berpacaran. Jika bagi mereka yang tidak berpacaran saja pandangan seperti ini(yang tidak sengaja) dialihkan oleh Rasullah SAW, apalagi bagi mereka yang pacaran, jelas pandangan yang terjadi adalah pandangan yang disengaja dan berulang-ulang, sehingga tidak diragukan lagi keharamannya bagi mereka yang berfikir.
Indera kita yang banyak ragamnya ini, diyaumil akhir nanti, selain mulut, semua akan bersaksi tentang segala perkara yang baik dan buruk, yang ditampakkan dan yang disembunyikan sehingga semua amaliyah, termasuk tipu daya dan “penyamaran” kita akan terbuka dengan gamblangnya tanpa pernah kita mampu untuk memberikan pembenaran lagi. Pandangan akan berkata dengan jujur, hati akan berkata dengan jujur, tangan akan berkata dengan jujur, kaki akan berkata dengan jujur, semua amanah tubuh itu akan bertasbih memuji kebesaran Allah SWT dan menetapkan apakah si fulan/ah itu amanah terhadap apa yang telah dititipkan oleh Allah SWT untuknya.
Berbicara perkara pandangan, biasanya orang akan benar-benar yakin terhadap sesuatu kalau dia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Itu artinya bukan mata kepala orang lain, atau mata sendiri kepala orang lain, atau mata orang lain dikepala sendiri..(halah kok makin ngaco..hehe). Seperti kata Imam Ibnul Qayyim diatas, mata laksana penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Hati adalah panglima, sedangkan mata dan lainnya adalah pesuruh. Berikut dialog imajinatif antara mata dengan hati..semoga menjadi perenungan bersama, dan menyikapinya dengan sikap-sikap yang terbaik.
Situasi:..ada sekumpulan ikhwan akhwat yang mengadakan acara baksos. Interaksi diantaranya pun tidak mungkin dihindari, meski ada jarak diantara mereka. Aturan syariat tentang hijab secara luas, menahan pandangan, khalwat, dll telah diketahui dan sedang serta terus-menerus dipraktekkan. Tetapi apalah daya..ikhwan akhwat juga manusia, punya hati punya rasa, jangan samakan dengan..(stop…lho..kok malah bersenandung..:p).
Tibalah pada suatu ketika..ketika acara baksos tersebut sedang sibuk-sibuknya, ada seorang ikhwan yang
tidak sengaja melepaskan pandangannya kepada seorang akhwat menarik yang sedang sibuk membagi-bagikan sembako…..
“wuuuutttttt……syeeepp”
mata ikhwan sedang menatap akhwat tersebut. Bukan tatapan yang disengaja, tidak juga tatapan untuk waktu yang lama. Tetapi pandangan itu sejatinya dilepaskan untuk hati mereka yang memandang itu sendiri. Ketika dialihkan, maka anak panah itu akan tercabut dari hati orang yang memandangnya.
kemudian hatinya pun mulai berkomentar: “adaoww…apaan tadi ya?…sakit tapi menyenangkan…tadi akhwat yang mana ya…? mata…lihat lagi donk…ayo lihat lagi.. ?
mata : “udah donk..kan Allah SWT memerintahkan aku untuk menundukkan pandangan…”
hati : “emangnya kenapa…kan kalau kenapa-kenapa, tunduk lagi aja..gampang kan..gitu aja kok repot” hati mencari pembenaran.
mata : “ngga deh..nanti pemilikku(sang ikhwan) jadi ngga konsen sama baksosnya..”
hati : “wah..kuno kamu…pemilik kamu kan dah tahu batasan2nya..udah lihat lagi aja..dijamin gapapa deh..?”
mata : “mmm…ok deh, bentar aja ya”..mata si ikhwan pun memandang untuk kedua kalinya, seketika sang hati merasa ada perasaan senang yang lebih dari sebelumnya. Tapi tidak berapa lama, kesenangan hati pun sirna seiring dengan pandangan sang mata yang dialihkan.
hati : “ahhh..kamu gimana sih mata…bentar banget..aku kan belum puas.. lihat lagi donk” hati memaksa.
mata : “jangan deh hati..nanti kamu, aku dan pemilik kita bakalan ngga konsen sama baksosnya…baksos ini kan juga dalam rangka ibadah kepada Allah SWT..”
hati : “yee..kamu teh kumaha sih mata..ini juga kan dalam rangka menjemput masa depan atuh(akal-akalan si hati)..bayangkan kalo pemilik kita menikah sama akhwat itu..kan berkat kamu juga..”
mata : “ya..tapi kan bukannya dicari tahu dulu kesiapan pemilik kita ini..baru deh aku melihat-lihat..bukannya apa-apa hati, takutnya.. kalo sebenarnya pemilik kita ini belum siap..justru malah akan merusak amaliyahnya kepada Allah, jadi ngga ikhlas gitu”
hati : “udah deh..ikhlash ga ikhlas itu urusanku..itu tanggunganku..kamu teh cuma lihat sajah..udah selebihnya aku yang tanggung…ayo..kuperintahkan kau, mata, untuk melihat..”
mata : “baiklah..kalau itu maumu” dengan terpaksa mata mengiyakan.
Satu panah beracun menancap dihati, kemudian ada panah kedua, ketiga, dan akhirnya ada kesekian panah yang menancap dihati. Memandang lebih dari apa yang bisa dipandang(berkhayal), hingga acara baksos itu selesai, si ikhwan pun pulang dengan “luka” rindu dihati. Panah-panah itu meninggalkan “fatamorgana” sosok si akhwat, semakin si pemiliknya berusaha untuk mengingat-ingat si akhwat, semakin panah-panah itu menusuk ke dalam hati. Esoknya, adalah hari-hari yang disikapi untuk memenuhi tuntutan(dosa kecil memandang, berbicara, dsbnya) hati terhadap hal itu.
Tetapi..Alhamdulillah, usaha untuk terus menjaga mata, dan menata hati sesuai tuntunan Allah SWT, tidaklah begitu saja terlenakan oleh racun dari panah-panah iblis(pandangan kepada wanita non muhrim) tadi. Dimalam berikutnya..Si ikhwan pun bermaksud mengadu kepada Allah SWT tentang perihal ini. Dalam munajatnya kepada Allah SWT, si ikhwan mulai merenungi apa yang sebenarnya terjadi, Si ikhwan menghendaki adanya klarifikasi..si ikhwan ingin agar mata dan hati yang diamanahkan Allah SWT untuknya itu memberikan argumentasi yang benar, bukan untuk membenarkan.
Nurani ikhwan berkata “Silahkan untuk mata dan hati..siapa diantara kalian yang ingin memberikan argumentasi mengenai perkara ini..”
hati berkata : sambil menunjuk kepada mata “kaulah yang telah menyeretku kepada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan, karena aku mengikutimu beberapa saat saja. kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari kesembuhan dari kebun yang tidak halal bagimu, kau salahi firman Allah “Hendaklah mereka menahan pandangannya..”, kau salahi sabda Rasulullah SAW “memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah azza wajalla, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya, yang akan didapatinya didalam kelezatan hatinya (HR Ahmad)”
Lalu..adakah orang yang lebih tercela daripada orang yang terkena panah beracun? apakah engkau tidak tahu bahwa tidak ada yang lebih berbahaya bagi manusia selain dari mata dan lidah? tidak ada kerusakan yang lebih banyak daripada kerusakan yang diakibatkan mata dan lidah. Berapa banyak kebinasaan yang disebabkan mata dan lidah? berapa banyak sumber kehinaan yang muncul karena mata dan lidah? barangsiapa ingin hidup bahagia dan terpuji, maka hendaklah dia menahan ujung padangan mata dan lidahnya, agar dia selamat dari bahaya, karena mata menyimpan kelebihan pandangan dan lidah menyimpan kelebihan bicara”(TOJCMR : 84-85)
Tidak terima argumentasi sang hati, matapun menjawab..
mata berkata : “Kau zalimi aku sejak awal hingga akhir. Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin. padahal aku hanyalah utusanmu yang selalu taat dan penuntun yang menunjukkan jalan kepadamu. Engkau adalah raja yang ditaati, sedangkan kami hanyalah rakyat dan pengikut. Untuk memenuhi kebutuhanmu, kau naikkan aku ke atas kuda yang binal, disertai ancaman dan peringatan. jika kau suruh aku ke atas untuk menutup pintuku dan menjulurkan hijabku, dengan senang hati akan kuturuti perintah itu. Jika engkau memaksakan diri untuk mengembala dikebun yang dipagari dan engkau mengirimku untuk berburu ditempat yang dipasangi jebakan, tentu engkau akan menjadi tawanan yang sebelumnya engkau adalah seorang pemimpin, engkau menjadi budak yang sebelumnya engkau adalah tuan. Yang demikian ini karena pemimpin manusia dan hakim yang paling adil, Rasulullah SAW telah membuat keputusan bagiku dan dirimu, dengan bersabda..
“Sesungguhnya didalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula, dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah..segumpal darah itu adalah hati” (HR Bukhari, Muslim, dan lainnya)
wahai hati..jika engkau dianugrahi pandangan, tentu engkau tahu bahwa rusaknya para pengikutmu adalah karena kerusakan yang ada pada dirimu, dan kebaikan mereka adalah kebaikanmu. Lalu..engkau lemparkan kesalahanmu kepadaku, mata yang tak berdaya, padahal sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta kepada Allah azza wajalla, tidak menyukai dzikir kepada Nya, tidak menyukai firman, asma, dan sifat-sifatNya. Engkau beralih kepada yang lain dan berpaling dariNya. Engkau berganti mencintai selainNya, padahal engkau telah mendengar kisah pengingkaran Allah terhadap Bani Israil, karena mereka mengganti makanan yang ada dengan makanan yang lain yang justru lebih hina. Maka Allah mencela mereka
“Maukah kalian mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?”(Al Baqarah: 61)
bagaimana keadaan pengganti cinta kepada Pencipta, Pelindung dan yang menangani urusannya, yang tidak memiliki keberuntungan, kenikmatan dan kesenangan? Bandingkanlah Allah dengan sesuatu yang engkau jadikan penggantiNya dan pengganti cinta kepadaNya. Apakah engkau ridho berada dijamban, sementara orang-orang yang mencintai Allah berkeliling di Arsy? Jika engkau menghadapkan diri kepada Allah dan berpaling dari selainNya, tentu engkau akan melihat berbagai macam keajaiban, engkau aman dari bencana dan kerusakan. Tentunya engkau sudah tahu bahwa Dia mengkhususkan keberuntungan dan kenikmatan kepada orang yang mendatangiNya dengan hati yang bersih, atau bersih dari kemusyrikan, yang didalmnya tidak ada cinta kepada selainNya dan hanya mengikuti ridhoNya.
Antara dosaku dan dosamu ditengah manusia seperti antara kebutaanku dan kebutaanmu dalam membuat analogi, sebagaimana firman Allah SWT “Sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang didalam dada” (Al Hajj :46)
itulah argumentasiku”(TOJCMR:86-87) kata mata mengakhiri, yang bersamaan dengan jatuhnya bulir-bulir mutiara melalui dirinya.
Hati, mata, nurani si ikhwan, bersatu dalam lafazh “Astaghfirullaa hal Adzhim…Astaghfirullaa hal Adzhim..laa ila ha illa anta, subhanaka, inni kuntu minadzh dzholimin..Astaghfirullaa hal Adzhim”, memohon ampunan Allah SWT, memohon agar diri yang lemah ini dimudahkan untuk melihat yang benar itu benar dan begitu juga sebaliknya, serta dikuatkan untuk selalu mensucikan diri dan menghindari segala dosa, meski itu hanya dosa kecil, Amin.
wallahu’alam
wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber : http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2008/08/10/dialog-imajinatif-antara-hati-dan-mata/
Minggu, 20 Oktober 2013
Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Hati
Selamat pagi.
Langsung saja mau share tentang penyebab, gejala, apakah menular dan makanan apa saja yang harus dihindari agar tidak terkena penyakit kanker hati ini.
Berikut Point-Point nya.
Gejala Kanker Hati:
Kanker hati atau Hepotema merupakan suatu proses keganasan pada organ hati, baik primer maupun sekunder.
Kanker hati primer artinya sel-sel kanker mulai tumbuh dari sel hati itu sendiri yang selanjutnya bisa menyebar dan merusak organ lain.
Sedangkan pada kanker hati sekunder disebabkan adanya proses penyebaran kanker dari tempat lain, misalnya dari kanker saluran pencernaan, kanker paru, kanker payudara dan sebagainya.
Kanker hati pada stadium awal.
Pada umumnya tidak bergejala dan tanpa keluhan yang jelas.
Kanker hati baru akan menimbulkan gejala bila telah memasuki stadium lanjut, misalnya akan muncul keluhan seperti gejala di atas.
Penyebab Kanker Hati.
Penyebab pastinya masih belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab kanker hati yaitu:
Hal ini disebabkan karena fungsi hati adalah sebagai penawar racun yang berasal dari obat-obatan maupun makanan yang masuk ke dalam tubuh sehingga semakin sering mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut di atas, maka kerja hati akan semakin berat.
Racun-racun tersebut menumpuk di hati inilah yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati.
Untuk mendiagnosa suatu kanker hati, diperlukan pemeriksaan fisik yang teliti dan pemeriksaan di laboratorium seperti,
Kanker hati tidak menular, akan tetapi penyebab kanker hati ada yang menular, misalnya adalah virus hepatitis B yang dapat ditularkan melalui:
ReadFull Article ..
Langsung saja mau share tentang penyebab, gejala, apakah menular dan makanan apa saja yang harus dihindari agar tidak terkena penyakit kanker hati ini.
Berikut Point-Point nya.
Gejala Kanker Hati:
- Cepat capek.
- Badan terasa lemah.
- Sering menggigil di malam hari.
- Demam di pagi hari.
- Berat badan turun drastis.
- Sering merasa nyeri di bagian punggung dan bahu.
- Terkadang batuk atau muntah darah.
- Seluruh kulit menjadi kuning.
- perut buncit.
- Nyeri perut atas.
- Berak berwarna hitam.
- kaki bengkak.
Kanker hati atau Hepotema merupakan suatu proses keganasan pada organ hati, baik primer maupun sekunder.
Kanker hati primer artinya sel-sel kanker mulai tumbuh dari sel hati itu sendiri yang selanjutnya bisa menyebar dan merusak organ lain.
Sedangkan pada kanker hati sekunder disebabkan adanya proses penyebaran kanker dari tempat lain, misalnya dari kanker saluran pencernaan, kanker paru, kanker payudara dan sebagainya.
Kanker hati pada stadium awal.
Pada umumnya tidak bergejala dan tanpa keluhan yang jelas.
Kanker hati baru akan menimbulkan gejala bila telah memasuki stadium lanjut, misalnya akan muncul keluhan seperti gejala di atas.
Penyebab Kanker Hati.
Penyebab pastinya masih belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab kanker hati yaitu:
- Infeksi virus Hepatitis B dan Hepatitis C.
- Sirosis hati.
- Predisposisi herediter.
- Ras.
- Infeksi parasit clonorchis sinensis.
- Makanan yang mengandung bahan hepatokarsinogenik (jamur aflatoxin, alkohol).
- Banyak mengkonsumsi obat-obatan.
- Zat pewarna.
- Pemanis buata.

Hal ini disebabkan karena fungsi hati adalah sebagai penawar racun yang berasal dari obat-obatan maupun makanan yang masuk ke dalam tubuh sehingga semakin sering mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut di atas, maka kerja hati akan semakin berat.
Racun-racun tersebut menumpuk di hati inilah yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati.
Untuk mendiagnosa suatu kanker hati, diperlukan pemeriksaan fisik yang teliti dan pemeriksaan di laboratorium seperti,
- Tes fungsi hati.
- Tes pertanda virus hepatitis.
- Tes pertanda tumor.
- Tes USG.
- CT-Scan.
- Angiographic Hepatic.
- Biopsi hati.
- Laparoskopi.
Kanker hati tidak menular, akan tetapi penyebab kanker hati ada yang menular, misalnya adalah virus hepatitis B yang dapat ditularkan melalui:
- Hubungan intim.
- Berciuman dengan penderita.
- Jarum suntik. Tatto.
- Transfusi darah.
- Bersentuhan dengan cairan tubh penderita melalui luka kulit yang terbuka atau selaput lendir mata dan mulut.
Langganan:
Postingan (Atom)
